L’Amour à Paris

Wednesday, September 27, 2017

L’Amour à Paris




Maxime Bouttier leur dit : « Je suis né en 1992 à Lyon. J’ai été apprenti chez Sciences Po à Paris.
En cette cité, mon histoire est essayé dans la cité d’amour. J’ai vécu seul. J’ai appris le politique au XXe siècle et tous des problèmes compliqués. À Paris, j’aimais une femme et mon cœur fut entièrement tremblé. Pendant un semestre je l’ai vu  autour du campus. Ses cheveux longs que j’aimais plus. Son beau sourire que j’adorais.

Tous les hommes amoureux vivent dans des angles. Toutes les lectures des lires vivent dans des angles. Moi, j’ai été comme des peintes sur les murs, ne respirant pas, sans parler. C’est elle. (…) »





ARRANGÉES PAR:
1. RIKA FITRIA HARAHAP
2. RIKA EUNEKE SITEPU


Indonesia Memanas (?)

Wednesday, February 15, 2017



Tiga bulan belakangan ini Indonesia lagi panas-panasnya. Bukan panas karena suhu udaranya, melainkan permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi di negeri kita tercinta ini. Permasalahan yang membawa Indonesia di ambang perpecahan, based on my point of view.

Diawali dengan bapak yang berinisial A yang dengan gampangnya dan penuh kesadaran berpidato di depan public dengan menyinggung ayat dari kitab suci orang lain. Yang sebenarnya enggak etis dia bahas di dalam pidatonya tsb. Mau dianalisis pake teori apapun sih menurut aku ya si bapak ya emang salah.
Pidatonya berbunyi: "Kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu, nggak milih saya karena dibohongi pake Surat Al Maidah 51  macam-macam itu. Itu hak Bapak Ibu. Kalau Bapak Ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk neraka, dibodohin, begitu, oh nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi Bapak Ibu," katanya. Kalau di telaah sih udah dapet kan kata kuncinya?

"Dibodohin"

 Kata tsb adalah kata untuk kalimat pasif. Seperti yang kita ketahui, makna dibodohin berujuk pada adanya pelaku yang membodohin dan korban yang dibodohin. Dari sini aja kita udah bisa menarik kesimpulan bahwasanya si bapak telah berkata yang menyinggung perasaan ummat Muslim. Jangan heran kalau  ummat Muslim tidak terima dan wajar marah akibat perilaku si bapak pejabat tsb. Lagi pula dia sebagai pemeluk agama lain berani-beraninya berbicara tentang hal yang bukan agamanya. Wah luar biasa. Katanya sih dia pernah sekolah di SD Islam, klise banget ni.

Enggak di Facebook, Twitter, bahkan Instagram Story sekalipun orang-orang pada masih ngomongin ini. Kalo cuma diomongin sih ya enggak apa-apa menurutku. Itu artinya masih banyak yang peduli tentang apa yang terjadi di negeri ini. Tapi ini enggak, malah komen-komenan yang berujung dengan perdebatan yang mencela opini masing-masing. Ya, ujung-ujungnya yang awalnya temenan eh malah renggang perkara debat kusir di Facebook. Hm.. beropini sih ya boleh-boleh aja tapi ya tau batasan juga. Ngomongnya juga ya pake etika, jangan main ceplas ceplos aja, pake nyindir plus nyinyir apalagi pake makian. Kalo udah tau beda, ya enggak usah nimbrung kan bisa. Tentang toleransi perbedaan agama di Indonesia, aku yakin banyak dari kita yang punya temen beda suku maupun agama masih bisa baik-baik aja hubungannya. Cuma kadang-kadang hal ini diperuncing dengan debat kusir yang enggak penting di sosmed dari orang asing yang tiba-tiba nimbrung melontarkan caci makian yang enggak bertanggung jawab. Jadi menurut aku kalo kita emang generasi yang berpendidikan apalagi sampe mengecap bangku perkuliahan yang orang-orangnya variatif banget, enggak perlu lah ikut debat kusir yang enggak bermakna. Yang ada malah memperburuk keadaan. Yang penting kita fokus sama keyakinan kita dan enggak mengusik keyakinan orang lain, tetap saling menghargai, saling bekerja sama, saling tolong menolong buat Indonesia yang emang udah kodratnya berbeda-bed
Terlepas dari apa sebenernya maksud si bapak berbicara hal yang sangat memungkinkan membuat hati panas karena ucapannya, para ummat Islam membuat aksi 411, 212, dan yang terakhir 112. Banyak juga ni yang beropini macem-macem perihal ini. Ada lah yang bilang bodoh, enggak punya kerjaan, bahkan bilang kalo ummat Islam radikal, terlalu membesar-besarkan masalah, enggak pemaaf lah dll. Menurut aku sih aksi-aksi kayak gitu ya sah-sah aja. Toh itu kan bentuk dari demokrasi, apalagi ini negara demokrasi dan aksinya aksi damai pula. Wajar juga kalo banyak orang yang tersinggung dengan perkatannya dan meminta keadilan. Tapi masih ada aja yang beranggapan demo itu pembodohan. Heran, itu yang bilang pernah belajar PKn enggak sih pas SD? Bahkan yang koar-koar bukan yang non Islam aja, malah banyak juga Muslim yang beranggapan sama. Ini masalah hati nurani, makin kesini kok malah rasa persaudaraan satu aqidah makin melemah. Payah kalo hati nuraninya udah ketutup. Enggak tau sih apa mereka sebenernya mengidolakan si bapak atau enggak. Tapi kalo memang iya, ya yang salah tetap salah bukannya malah dibelain mati-matian gitu malah sampe fitnah dan memboykot pihak lain gitu. Susah emang buat orang-orang yang hatinya udah ketutup untuk melihat ini semua dari sisi orang yang ikut aksi bela agama. Bahkan ada yang ngerasa enggak masalah dengan perkataan si bapak dan berdiri di pihak si bapak A tersebut. SMH.

Aku pribadi sih setuju kalau kelakuan si bapak ini harus ditindak lanjut sampe tuntas biar kasus ini enggak kejadian lagi ke depannya. Sekalian biar jadi pelajaran buat si bapak dalam berkata-kata supaya enggak ngelakuin kejadian serupa. Apalagi udah jadi pejabat, ya lisannya harus dijaga juga.

Ada yang lebih anehnya lagi, keributan tentang perbedaan agama ini baru muncul ketika entah siapa yang membuat isu SARA di Indonesia menjadi topik utama.

Men, look at this.











P.S: By the way thank you for reading my point of view, comment below in the comment section. If you disagree, don't leave a rude comment pls. Bonne nuit tout le monde!








My Confession

Saturday, January 21, 2017


For the first time in my 19 years old (actually not yet hehe), I feel so sorry for neglecting my blog for 2 years long. It started in September 2014, I’ve made this blogger account and I didn’t know what to tell about. You know, I thought it'd be boring to write stuffs that ain't interesting enough for you to read. But, screw that, right?! I'll write about it anyway.



So, yeah. We're in 2017 now. I'm still the same person I was in the other years before. Do you guys know? I always failed at making any new year's resolution, so I decided not to make one ever again. Nah, big nah nah. I'll be doing that if I see some possibilities to change my life a little bit.

I've been busy preparing for the new beginning of uni in my fourth semester. I promise in this new chapter I’ll do my best (not because I got the worst ipk for the last semester lol). It’s caused by I wanna be a better person than yesterday (preach works). Apparently it’s a must to introduce a little bit of my background. Hey guys! I’m a student at Universitas Negeri Medan. Yas, it’s domiciled in Medan, the North of Sumatra Island in Indo certainly. I take French language education for my bachelor majors. They gave us more to study and it sucks! Ok then forgive me because I’m too emotional haha. For some reason it was always be a hectic day after came back home, there were too many assignments to do, and my point is why the class had to start at 8 oh no even it happened at 7 a.m. EVERY morning. Ok I don’t want to rant complaining those shits actually. Like I told you before, I’m just too emotional hahaha. Because it always feels good when you can face things calmly without complaint, so I begin to try not ranting over things happened in my days. It makes me feel a little bit gokil when I do that haha!. Serious. You guys have to try it, I swear it works. Ok continue, we’re getting two whole months of holidays after the super hectic campus life (yeay finally the time comes).

Ok, I'm now gonna tell some things about how I spend my time studying or wasting time to hang out with friends a day full. Well, sebenernya sih selama liburan aku tuh nggak ada belajar atau kilas balik pelajaran gitu, atau belum gerak aja kali ya. Masih mager. Tapi yaa paling buka-buka buku ngafalin les vocabulaires aja. Mayan lah buat nambah-nambah bobot otak.

Oh yeah, today I decided to….. hmm I’m going to finally tell you guys. I feel this is the right time to you guys to know that I suffer from I don’t know what is really like actually, is that a sickness? Virus or diseases? I don’t know. But it called LDC Syndrome. Ya, aku tau sih nggak seharusnya aku nge-blow up apa-apa yang seharusnya jadi privasi tapi di-expose ke dunia maya. Jadi tuh aku udah menderita syndrome yang lumayan parah ini hampir bertahun-tahun. Ok, some of you might be ask me what is exactly that LDC Syndrome ? Well I’m sure that many of you are suffering this too but you just don’t know. I’m a teenager and I have a lots of things to do. In college and the other social life. Ok, what is it actually? It is .....


Lazy Droopy Cat Syndrome”.
[LMAO]


I really feel like it’s really been effecting my life. And everything that I do hmmm stop! If you suffer from the same diseases like me, you just lay around all day. Yeah, you’re basically a droopy cat. You’re just laying around everywhere and start sleeping.



Life's good

Life is never flat

Life is you




I first knew about this syndrome when I started laying down. Every time I would see couch I started sleeping either on the bed or on the ground (read: floor). You know IT’S A DISEASES.

If I do something else like studying, writing, sweeping or have laundry to do that syndrome will come back again and I just be laying down. I really want this syndrome goes away from my life. I feel like this has been taking a toll on my life because one of the side effects of this syndrome is that PROCRASTINATION. Really. I can’t get anything done. I’m lazy :”)

I’m scared that you guys are suffering from it too that you guys can’t get your homework done, anything done. Oh my God, it is a strong virus that we’re dealing with here and it’s an epidemic that people start procrasting on everything and being lazy. Well, if you know anybody else who’s suffering from this syndrome you should help them out because it’s something that does attack from the inside.










P.S: I'll write 'bout my friends in upcoming post, stay tuned! Don't forget to leave your impression in the comment section, and thank you for reading. Bon weekend tout le monde!



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS